Book Review: Antara Barat dan Timur

sebuah buku dengan latar belakang laptop penulis
Buku Karangan Al Makin, Ph.D
 
Buku dengan total halaman 258 ini menjelaskan duduk perkara hubungan antara dunia Barat dan Timur.
 

Barat mempelajari dan menulis tentang Timur (Orientalisme)
Timur mempelajari dan menulis tentang Barat (Oksidentalisme)

 
Adapun mereka dari kalangan orientalis punya komitmen terhadap objek kajiannya seperti :
 
Goldziher meletakkan dasar kajiannya pada sejarah, hadis, fikih, dan literatur lain.
Joseph Schacht menyempurnakan teorinya tentang fiqih dan hadis.
Juynboll mengembangkan dengan detail bagaimana sanad dan matan itu berkembang, tidak statis, namun dinamis dan berubah dari satu generasi ke genarasi berikutnya.
 
Yang pada kesimpulannya mereka menganggap bahwa hadist-hadist itu hanya perpolitikan para ulama
 
Richard bell dianggap ahli dalam bidang Quran, perlu dicatat bahwa ia melihat proses produksi kitab suci sebagai proses manusiawi bukan sebagai wahyu yang selama ini diyakini oleh Muslim.
 
Itulah para ulama mazhab versi barat.
 
Kemudian dari dunia Timur sendiri ada Hassan Hanafi, Mukti Ali, dan Burhanuddin Daya
 
Bagi Hanafi, “Oksidentalisme bertujuan mengakhiri mitos Barat sebagai representatif seluruh umat manusia dan sebagai pusat kekuatan”. (Hanafi 1999, 41)
untuk lebih lanjutnya, InsyaAllah akan kita bahas…
 
Source:
https://steemit.com/sejarah/@rahmatullah/barat-versus-timur

One Reply to “Book Review: Antara Barat dan Timur”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *