Ada Kejahatan terhadap Sunnah – Nouman Ali Khan

Ada Kejahatan terhadap Sunnah - Nouman Ali Khan

 

Ada kejahatan terhadap sunnah dimana aku harus memperingati diriku dan kalian semua dan itu adalah ketika kau mengatakan bahwa sesuatu itu sunnah padahal bukan. 
 
Atau ketika kau berkata sesuatu itu sunnah padahal kau tidak terlalu paham bagaimana atau kapan sunnah itu ditetapkan. Jadi kau menyimpulkan sendiri tentang sunnah atau hadis itu.
 
Perihal hadis sendiri, Rasulullah SAW mungkin mengucapkannya pada tempat tertentu, dia mengucapkannya pada sekumpulan orang, dia mengucapkanya pada keluarga tertentu. 
 
Dan kau tahu ketika kau masuk kedalam percakapan orang ketika dia sedang bicara dengan orang lain, dia tidak memberikan ceramah kepada semua orang melainkan bicara pada orang tertentu, mungkin dia sedang membahas situasi khusus? bisa saja kan? Dan kalau kau tidak tahu itu, kau mungkin berfikir dia memberi kebijakan pada semua orang. Jadi kau harus tahu latar belakang. Kau harus tahu konteks untuk sunnah. Kau tidak bisa hanya membaca terjemah hadits sudan berkata, “Aku tahu maksudnya, Aku tahu cara menerapkannya.”Karena itu juga tidak adil bagi sunnah Rasulullah SAW. Tidak adil kalau kau tidak tahu bagaimana itu diterapkan, bagaimana maksudnya.


Ini bahaya besar,.. Karena orang-orang akan membuatmu merasa bersalah karena tidak mengikuti sunnah. Mereka berkata, “ini dikatakan begitu di Bukhari, dikatakan begitu.” Tapi ketika kau bertanya, “kapan ini dikatakan? Kepada siapa dikatakan ? bagaimana ini dipahami? Bagaiman ini diterapkan? Apa topik lain yang berkenaan dengan hadist ini ? bagaimana kau melakukannya?” ketika aku masuk kedalam topik ini, aku tidak pergi ke Facebook, Twitter, atau apapun, aku hanya mengepos sesuatu dan timku yang menyebarkannya. Aku tidak punya waktu untuk media social. Timku yang melakukannya, Alhamdulillah.
 
Tapi terkadang timku mengirimku pertanyaan dari orang lain, “kenapa kau tidak pernah membicarakan hadist?” Aku sering ditanya begitu. Kenapa kau hanya membahas Qur’an? kau tahu mengapa aku lakukan ini? Karena aku sangat mencintai sunnah, sehingga aku takut membicarakan sesuatu yang tidak sepenuhnya
kupahami.
 
Ketika aku punya pertanyaan tentang hadist, aku benar-benar terbang, aku mengambil penerbangan ke muhaddist, dan duduk bersama dan bertanya ke mereka, karena seringkali terjadi dalam hidupku, ketika aku belajar Islam, aku belajar tentang hadist, dan aku duduk dihalaqah dan seseorang menjelaskan ustad. Dan kupikir aku tahu maksudnya, tapi ternyata aku benar-benar salah.
 
Aku sepenuhnya keluar dari konteks, dan aku menjadi sangat takut bahwa aku mendengar sabda Rasulullah SAW, tapi tidak bisa memecahkan. Aku telah belajar Qur’an selama 15 tahun, aku tahu yang harus kulakukan, aku tahu ke ahli tafsir mana aku harus pergi, ke ahli Bahasa manapun aku pergi, kitab mana yang harus dipelajari, tapi ilmu hadist adalah ilmu yang rumit, ini ilmu yang dalam, otakku tidak cukup memahaminya, tapi Alhamdulillah aku kenal orang-orang yang paham. Jadi aku harus belajar dari mereka dan aku kulakukan ini karena takjub dan mengapresiasi kepada orang-orang yang mereka telah mengabdi 40 tahun hanya belajar hadits. Itu bukan tugas yang kecil, dan ada juga orang-orang yang mungkin mendapatkan salinan hadits, bahkan bukan salinan, bahkan hanya versi google dari kitab hadits, dan mereka merasa paham sunnah Rasulullah SAW dan mereka mensejajarkan diri dengan para ulama ini. Ini sangat BODOH.
 
Salah satu guruku pernah berkata bahwa dia sedang mengajar hadits dan salah satu muridnya, salah satu murid googlenya yang duduk dikelas bertanya “Sheikh, siapa yang meriwayatkan hadits ini ? Apa dalilmu bahwa ini shahih ?” Jadi sheikh itu berkata, “Diriwayatkan oleh fulan bin fulan, oleh fulan bin fulan, fulan bin fulan..” kau tau apa yang terjadi ?? jadi dia menyebutkan sekitar 20 nama dengan begitu saja, dan dia bertanya, “Apakah kau paham?” dan muridnya berkata, “Ya”. Dia berkata, “Kau bodoh, aku hanya
menyebutkan murid-murid di kelas ini.”
 
 
Orang-orang ingin merasa seperti…. “Oh, aku mendapatkan dalil shahinya”. Kau tidak tahu apa yang kau bicarakan. Kau tidak tahu, ini begitu susah bagi orang untuk menerima apa yang kau tidak tahu. Ini begitu susah.
 
Aku tidak… semoga Allah tidak menjadikanku orang seperti itu, aku tidak masalah mengakui bahwa aku tidak tahu, dan aku lebih baik bertanya pada orang yang menghabiskan hidupnya belajar sesuatu.
 
Dan aku lebih serius menerima pendapat dan riset mereka dan menanyakan pertanyaan sulit pada mereka juga daripada hanya search di Google. Terlebih lagi berkenaan sunnah Rasulullah SAW, kupikir ini subjek yang sensitive. Itu pandanganku, kau tak perlu setuju, tapi ini pandanganku, dan pandanganku akan hal ini telah menjadi makin sensitive karena studiku terhadap AL-Qur’an.
 
Jadi semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan kita pengikut setia dari sunnah Rasulullah SAW dan semoga Allah Azza wa Jalla memudahkan sunnah Rasulullah SAW untuk tersebar luas, dan penyalahgunaannya menjadi sejarah masa lalu., Barakallah …
Sumber: 
Channel Youtube : Lampu Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *